Memanfaatkan Periode Emas Serangan Stroke – KLIK INFO
Home / Hot News / Memanfaatkan Periode Emas Serangan Stroke

Memanfaatkan Periode Emas Serangan Stroke

Mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda bahwa penyakit seperti stroke diketahui memiliki dampak besar bagi si penderita. Tidak hanya menimbulkan masalah bagi kesehatan dan kelangsungan hidup, tetapi stroke juga berdampak pada segi ekonomi dan sosial. Pengobatan dan perawatan penderita stroke memerlukan biaya yang tidak sedikit, selain itu sebagian besar penderita stroke tidak dapat bekerja seperti sediakala dan proses sosialisasinya dapat terhambat. Untuk itu, penanganan awal secara tepat sangat diperlukan bagi mengantisipasi terjadinya tingkat kecacatan yang berat akibat stroke dan benar-benar memanfaatkan “periode emas” penderita. Menurut dr. Sutarto Prodjo Disastro Sps, spesialis penyakit araf sekaligus humas Yayasan Stroke Indonesia, periode emas adalah waktu krusial yang sangat berharga ketika seseorang terserang stroke awal untuk mendapatkan penanganan atau pertolongan oleh rumah sakit terdekat dan fasilatas penanganan stroke.
Info selengkapnya tentang periode emas, saksikan Kata Dokter “Periode Emas Serangan Stroke” di Jak Tv.
Menurutnya, waktu yang dimiliki seseorang ketika mengalami serangan stroke adalah tiga hingga enam jam untuk segera mendapatkan pertolongan yang tepat di rumah sakit. Lebih dari waktu tersebut, pasien memiliki potensi besar untuk mengalami kecacatan yang dapat dikategorikan berat. Seakan beriringan dengan pernyataan dr. Sutarto, data pada berbagai penelitian menunjukan bahwa bagi si penderita yang dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan stroke penyembuhannya lebih baik dibandingkan dengan, penderita yang ditangani dalam waktu lebih dari 12 jam pasca serangan.
Terdapat dua jenis stroke, iskemik dan hemoragik.
Seperti yang kita ketahui bahwa stroke merupakan serangan otak yang timbul secara mendadak, yang menyebabkan gangguan fungsi otak sebagian ataupun menyeluruh. Hal ini disebabkan oleh aliran darah yang tersumbat atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Kejadian tersebut menyebabkan sel-sel otak mengalami kekurangan darah, oksigen, nutrisi, atau zat-zat yang penting bagi otak agar berfungsi semestinya, yang pada akhirnya menyebabkan sel-sel otak mengalami kematian dalam waktu yang relatif singkat. Menurut dr. Sutarto, cara yang terbaik adalah mencegah terjadinya stroke itu sendiri. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan mengambil alih faktor-faktor risiko stroke, antara lain hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung, kolesterol tinggi, obesitas atau kegemukan, dan kebiasaan merokok. Faktor risiko lainnya yang perlu dikendalikan adalah dengan menjalani pola hidup yang sehat, menghindari pola makan yang berlebihan dan tinggi lemak atau garam, berolahraga secara teratur, serta menghindari stres berlebih.
Penanganan dan pengobatan secara cepat dan tepat meminimalisir kerusakan berat akibat serangan stroke.
Stroke dapat diobati dengan konsep terapi stroke mutakhir. Penderita stroke dapat terselamatkan dari kematian dan cacat jika dilakukan pengobatan atau penanganan cepat, tepat dan akurat stroke pada waktu terjadinya serangan, khususnya pada kasus stroke yang bukan pendarahan. Menurut data penelitian, risiko stroke meningkat dua kali lipat setiap bertambahnya usia 10 tahun sejak usia 35 tahun. Sekitar 5 persen orang yang berusia di atas 65 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali serangan stroke. Berdasarkan prevalensi, hipertensi-lah yang menjadi faktor risiko utama dan terus meningkat di Indonesia, yakni sekitar 95 persen. Berdasarkan para ahli epidemiologi memprediksikan bahwa saat ini dan di masa yang akan mendatang sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 35 tahun memiliki potensi mengalami serang stroke. Oleh sebab itu, upaya menyeluruh untuk mengendalikan faktor risiko stroke sangat perlu untuk digalakkan. Seperti yang dikatakan dokter spesialis stroke, dr. Sutarto, cara yang terbaik adalah mencegah stroke itu sendiri datang menyerang. Secara bertahap dan teratur dengan melakukan terapi low-level laser (laser berintensitas rendah, 650 nanometer) dapat secara signifikan membantu mencegah maupun mengurangi risiko terjadinya stroke pada diri Anda. Cari tahu bagaimana terapi laser ini dapat menjadi solusi atasi stroke Anda, serta saksikan kesaksian atau testimoni dari mereka yang merasakan keuntungan dari terapi laser di sini selengkapnya.
jam laser, terapi laser, dr laser, gogomall, stroke, penyakit stroke, periode emas stroke, cegah stroke,

Check Also

Jarang minum Air Putih picu dampak berbahaya bagi tubuh!

Walaupun terdengar sepele tapi kenyataannya hampir semua orang lebih menyukai minuman berasa dingin sebagai penghilang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *